SMA NEGERI 2 PLAYEN JUARA LIPEG

Tim sepakbola SMA N 2 Playen menahbiskan diri sebagai jawara dalam ajang kompetisi sepakbola pelajar terbesar di Gunungkidul, Liga Pelajar Gunungkidul (Lipeg) seri ke-4. Dalam laga partai grand final yang digelar di Stadion Gelora Handayani pada Minggu (11/03/2018) sore tadi, SMA N 2 Playen berhasil mengandaskan perlawanan dari SMA N 1 Tanjungsari melalui drama adu penalty. Pada waktu normal, kedua sekolah dengan tim sepakbola terbaik di Gunungkidul ini berbagi skor 2-2.

Gelar juara ini terasa sangat manis bagi anak-anak SMA N 2 Playen lantaran benar-benar merupakan hasil perjuangan keras mengatasi masa-masa kritis. Bagaimana tidak, hingga jelang akhir pertandingan waktu normal, SMA N 2 Playen masih dalam posisi tertinggal 1-2. Titik balik baru terjadi pada masa injury time melalui gol Ken Noveryan, dan kemudian berlanjut pada kemenangan babak adu penalti. Gelar ini juga terasa komplet lantaran SMA N 2 Playen berhasil menyandingkan gelar juara tersebut dengan gelar top skor yang diraih Ken Noveryan

Kedua tim sendiri berhasil menampilkan tontonan yang menarik dalam partai final ini. Aksi saling serang dengan tempo cepat langsung diperagakan oleh keduanya di hadapan ribuan penonton yang sore itu memadati Stadion Gelora Handayani.

SMA N 1 Tanjungsari berhasil mencuri keunggulan di menit ke 11 setelah tendangan bebas yang dieksekusi Riko Aldi berhasil menghujam ke gawang SMA N 2 Playen. Pasca gol pembuka ini, pertandingan berlangsung semakin menarik. SMA N 2 Playen langsung berinisiatif menerapkan permainan menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Tak berselang lama, upaya anak-anak SMA N 2 Playen langsung membuahkan hasil. Melalui skema serangan cantik, sebuah tendangan keras dari Ohni tak bisa dibendung oleh penjaga gawang SMA N 1 Tanjungsari.

Permainan menjadi semakin seru setelah menjelang babak pertama usai, SMA N 1 Tanjungsari berhasil kembali mengambil alih keunggulan melalui Jauhari. Hasil 2-1 untuk keunggulan SMA N 1 Tanjungsari bertahan hingga turun minum.

Pada paruh kedua, SMA N 2 Playen yang tertinggal kemudian mengambil inisiatif serangan. Sejumlah gempuran langsung dilancarkan ke barisan pertahanan SMA N 1 Tanjungsari. Solidnya barisan belakang SMA N 1 Tanjungsari sendiri sempat membuat frustasi para penyerang SMA N 2 Playen. Drama kemudian terjadi di akhir pertandingan. Sebuah serangan cepat mampu dimanfaatkan oleh top skorer Lipeg seri 4, Ken Noveryan. Gol tersebut sekaligus menjadi penyama kedudukan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke adu tendangan penalty.

Dalam babak adu penalti tersebut, akhirnya SMA N 2 Playen berhasil mengungguli SMA N 1 Tanjungsari dengan skor 3-2 sekaligus mengunci gelar juara.

Ditemui usai pertandingan, pelatih SMA N 1 Tanjungsari, Warto mengaku sangat kecewa dengan kekalahan ini. Keunggulan di depan mata harus sirna di menit-menit krusial akhir pertandingan. Meski begitu, ia memuji penampilan anak asuhnya yang sudah sangat taktis dalam menjalankan strategi permainan.

“Kami kurang beruntung saja saat adu penalty,” beber Warto, Minggu petang.

Sementara itu, pelatih SMA N 2 Playen, Kastoyo mengapresiasi semangat dan daya juang anak asuhnya terutama di masa-masa krusial. Para pemain tak patah semangat hingga akhir pertandingan untuk mengejar ketertinggalan hingga menit terakhir dan pada akhirnya membuahkan hasil positif.

“Anak-anak sangat tenang saat dalam tekanan. Terutama saat adu penalti yang memang membutuhkan mental bagus,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *