Sinergi Menghadapi Potensi Aksi Anarki

Dinamika situasi negara yang sangat cepat dan tidak terduga membawa banyak kemungkinan dan potensi resiko yang tidak diharapkan banyak pihak. Undang – undang Omnibus Law yg disahkan DPR memicu banyak kontroversi dan demonstrasi di berbagai wilayah oleh berbagai lapisan masyarakat. Pertengahan bulan Oktober 2020 ini SMA Negeri 2 Playen bersinergi dengan berbagai instansi untuk mencegah dan mengantisipasi keterlibatan dalam aksi massa oleh siswa SMA Negeri 2 Playen yang selama krisis pandemi Covid-19 sedang menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem Dalam Jaringan (Daring). Bahu membahu bersama Forkompimda dan Polres Gunungkidul, sekolah menerapkan strategi pendampingan siswa jarak jauh yang lebih intensif baik secara akademis dan utamanya pendampingan dalam hal penguatan karakter. Pendampingan sekolah dalam penguatan karakter siswa dilaksanakan pihak sekolah dengan dukungan sepenuhnya oleh pihak orangtua di rumah sebagai pelaksana pengawasan langsung siswa selama daring. Sinergi yang dibangun sekolah dengan pihak orangtua terjalin dalam grup POKA (Paguyuban Orang Tua Kelas Anak) kelas X, XI dan XII dimana orangtua siswa sepakat dan sepaham dengan sekolah dalam mengawasi langsung dan mengendalikan aktifitas anaknya untuk tidak terpancing dan melibatkan diri dalam aksi massa apapun yang berpotensi aksi anarkis, terlebih siswa SMA sangat rentan dengan provokasi issue issue yang tidak bertanggungjawab.

Tinggalkan Balasan