UJI COBA PTM DILAKSANAKAN, SMA NEGERI 2 PLAYEN PERKETAT PROTOKOL KESEHATAN

Pandemi covid-19 yang menyerang tanah air setahun belakangan ini menyebabkan dampak yang luar biasa di semua bidang, tak terkecuali bidang pendidikan. Akibatnya, kegiatan belajar pembelajaran harus dilakukan secara daring untuk menekan penularan kasus covid-19. Kini, masyarakat khususnya peserta didik, orang tua, dan guru sudah merasakan kejenuhan belajar melalui dunia maya tersebut. Mereka, khususnya peserta didik sudah rindu berinteraksi secara langsung di sekolah. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor bagi Dinas Pendidikan DIY untuk melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah meski dengan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

SMA Negeri 2 Playen, satu diantara sepuluh sekolah tingkat SMA/SMK yang ditunjuk Dikpora DIY untuk melakukan uji coba PTM di sekolah. Pelaksanaan uji coba berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 19-30 April 2021. Pelaksanaan uji coba PTM ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dan XI dengan pembagian minggu pertama untuk peserta didik bernomor presensi ganjil, sedangkan minggu kedua untuk peserta didik bernomor presensi genap. Selain itu, jam pembelajaran tiap tingkat hanya dilaksanakan selama tiga jam sehari dan tiap mata pelajaran berjalan 60 menit tanpa istirahat.

Protokol kesehatan juga harus dipenuhi secara ketat, selain tetap menerapkan 5M adalah tiap kelas maksimal diisi 18 peserta didik dengan jarak kusi antarpeserta didik minimal satu meter dan selalu mengenakan masker. Sebelum memasuki lingkungan sekolah, semua warga sekolah harus melalui pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, dan di tiap pintu masuk kelas terpasang hand santizer. Selain itu, di lingkungan sekolah terpasang rambu/simbol yang mengatur alur keluar masuk peserta didik.

Uji coba PTM ini dilaksanakan dengan ketat, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, bahkan orang tua wajib mematuhi protokol kesehatan. Protokol tersebut meliputi aturan mulai dari berangkat ke sekolah, kegiatan pembelajaran di sekolah, hingga pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada peserta didik yang beloh berboncengan, mereka harus berkendara sendiri atau diantar orang tua. Jika ada peserta didik yang merasa kurang sehat tidak diperkenankan PTM di sekolah namun tetap daring dari rumah. Semua aturan tersebut sudah disosialisasikan dan dituangkan dalam buku saku yang telah dibagikan ke semua peserta didik untuk dipatuhi.

Tinggalkan Balasan