Direktorat PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek RI bersama LPMP DIY Melaksanakan Pendampingan dan Visitasi Program Sekolah Penggerak di SMA Negeri 2 Playen

Jumat, 08 Oktober 2021 SMA Negeri 2 Playen menjadi sample sekolah di Gunungkidul yang menerima kunjungan dari Direktorat PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia bersama LPMP DIY. Kunjungan tersebut dalam rangka pendampingan dan visitasi Program Sekolah Penggerak yang sedang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Playen. Setditjen PAUD, Dikdas, Dikmen Kemendikbud RI, Bapak Katman, S.Pd., MA. bersama tim LPMP DIY, Bapak Adri Margono, S.Pd., M.Pd. juga melakukan pengecekan terkait isu-isu yang berkembang tentang sekolah penggerak. SMA Negeri 2 Playen menyampaikan bahwa pelaksanaan sekolah penggerak umumnya berjalan dengan baik meskipun memang masih membutuhkan proses adaptasi yang cukup panjang guna mencapai tujuan dari sekolah penggerak. Dalam kegiatan tersebut, SMA Negeri 2 Playen juga menyampaikan kendala dan hambatan dalam implementasi Program Sekolah Penggerak. Kendala tersebut antara lain pada awal pelaksanaan PSP kejelasan regulasi belum sepenuhnya siap saat dimulainya Program Sekolah Penggerak pada bulan Juli 2021. Banyak kegalauan terkait dengan perubahan struktur dan regulasi tentang beban mengajar guru yang pada mata pelajaran tertentu berkurang atau bahkan hilang. Hambatan lain yang disampaikan adalah kekhawatiran terkait dengan proses lanjutan studi siswa lulusan PSP, adakah kemungkinan pendidikan tinggi atau sekolah kedinasan sudah mengakomodir siswa lulusan PSP. Luncuran BOS Kinerja terlambat sehingga beberapa kegiatan di awal kegiatan PSP tidak bisa dicover juga merupakan salah satu kendala yang dialami. Kendala lainnya adalah perilisan aplikasi dapodik juga terlambat sehingga masih ada mata pelajaran tertentu yang saat ini masih belum linier, yaitu Muatan Lokal (Bahasa Jawa) tidak diakomodir oleh dapodik. Platform merdeka mengajar yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal juga menghambat pelaksanaan PSP di SMA Negeri 2 Playen. Selain menyampaikan kendala dan hambatan tersebut, SMA Negeri 2 Playen juga memberikan masukan terkait Program Sekolah Penggerak. Adanya time span antara publish regulasi dengan waktu pelaksanaan program sehingga tidak terkesan terburu-buru dalam melaksanakan program baru. Selain itu, adanya pendampingan berkesinambungan (hotline service) sehingga pertanyaan atau permasalahan yang ditemui dapat segera ditindaklanjuti. Guna perbaikan program, SMA Negeri 2 Playen juga memberikan masukan yaitu untuk mempertimbangkan kembali regulasi beban kerja guru dengan dinamika PSP, luncuran BOS Kinerja yang tepat waktu, rilis aplikasi dapodik dan data info gtk dipercepat, platfrorm merdeka mengajar segera dapat dimanfaatkan secara optimal, dan diperlukan suatu mekanisme mapping potensi anak sehingga passion peserta didik dapat terakomodasi dengan baik.

Tinggalkan Balasan