Dukung Program Adiwiyata Mandiri dan Tumbuhkan Jiwa Wirausaha, SMAN 2 Playen Gelar Pelatihan Batik Ecoprint
PLAYEN, 23 Juli 2026 – Dalam upaya mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan sekaligus mencetak generasi muda berjiwa wirausaha, SMAN 2 Playen sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Batik Ecoprint pada Kamis (23/7). Kegiatan yang penuh dengan nuansa kreativitas ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas XI sebanyak 42 orang.
Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari pukul 07.30 WIB hingga ditutup pada pukul 15.00 WIB bersama Ibu Rahmi Ananta Widya Kritianti,S.Hut. (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta). Selama kegiatan para siswa antusias mengikuti setiap tahapan proses pembuatan batik ecoprint. Mulai dari pengenalan bahan alami, penataan daun dan bunga di atas kain, hingga proses fiksasi warna agar motif dedaunan tercetak sempurna pada kain.
Pelatihan ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai ajang penyaluran minat dan bakat seni siswa, melainkan membawa dua misi utama sekolah yang sangat penting:
Pertama, Menyukseskan Program Adiwiyata Mandiri
Batik ecoprint dipilih karena proses pembuatannya yang sangat ramah lingkungan, dimana ecoprint murni memanfaatkan pewarna dan tannin alami dari daun, akar, atau bunga. Hal ini sangat selaras dengan komitmen SMAN 2 Playen dalam menjaga kelestarian alam melalui program Adiwiyata Mandiri.
Kedua, Membekali Keterampilan Kewirausahaan (Entrepreneurship)
Karya ecoprint memiliki nilai seni dan nilai jual yang tinggi di pasaran saat ini. Melalui pelatihan ini, sekolah berharap para siswa kelas XI memiliki bekal keterampilan soft skill dan hard skill yang nyata, sehingga mampu membuka peluang usaha mandiri di masa depan.
"Pelatihan ini membuka wawasan bahwa daun di sekitar kita tidak hanya digunakan untuk makan, pakan ternak, tetapi dapat menjadi karya seni yang indah dan bernilai ekonomi, tanpa harus merusak lingkungan.
Dalam pembuatan ecoprint kita harus bersabar, dengan teknik yang sama akan menghasilkan karya yang berbeda tergantung seni yang dimiliki oleh pembuatnya,” kata nasumber.
Selama kurang lebih tujuh setengah jam pelatihan, para siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan ecoprint. Hasil-hasil kain ecoprint yang diciptakan oleh para siswa kelas XI ini menampilkan motif-motif organik yang unik dan eksklusif.
Kepala SMAN 2 Playen menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang telah memberikan motivasi dan wawasan kepada para siswa dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, lulusan SMAN 2 Playen tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis dan daya saing yang tinggi di dunia wirausaha.