Guru Adaptif Kunci Pendidikan Berkualitas: SMAN 2 Playen Mengadakan In House Training
PLAYEN — SMAN 2 Playen kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui kegiatan In House Training (IHT). Kegiatan yang mengangkat tema utama mengenai “Manajemen Pengelolaan Kelas” ini resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, bertempat di Aula SMAN 2 Playen. Kegiatan ini dimulai dari pukul 12.30 WIB sampai selesai.
Kegiatan IHT ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada Senin (26/10/2026), Kamis (29/10/2026), dan Jumat (30/10/2026).
Pembukaan IHT diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMAN 2 Playen, Bapak Muh Taufiq Salyono, S.Pd., M.Pd.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penguatan karakter siswa merupakan hal yang paling pokok dan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu di dalam kelas.
Kegiatan ini juga dihadiri dan sekaligus dibuka oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah (Balai dikmen), Bapak Wasidi, S.E., M.Si. Beliau memaparkan video mengenai perjuangan seorang guru di daerah terpencil. Beliau juga memberikan motivasi yang membakar semangat para guru untuk senantiasa beradaptasi dan berdedikasi tinggi. “Selain memotivasi diri sendiri, kita harus tetap semangat karena di luar sana masih banyak guru yang memerlukan perjuangan dan akses lebih untuk dapat sampai ke sekolah,” pesan beliau.
Memasuki sesi inti, kegiatan IHT didampingi oleh narasumber ahli yaitu Bapak Nararya Rahadyan Budiyono, M.Pd., yang merupakan seorang Dosen dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Beliau membawakan materi mendalam berjudul Membangun Budaya Kelas yang Inklusif dan Positif. Beliau juga menekankan mengenai pentingnya prinsip kesepakatan kelas yang dibuat serta diterapkan secara konsisten bersama para siswa
Dalam pemaparannya, Bapak Nararya menyoroti bahwa evolusi budaya bagi siswa adalah sebuah keniscayaan. Hanya guru yang bersedia adaptif yang akan berhasil menjawab tuntutan zaman dan dinamika dunia pendidikan saat ini. Tantangan yang dihadapi guru masa kini hingga masa depan tidak lagi bisa diselesaikan dengan menggunakan cara-cara lama.
Poin penting yang perlu digarisbawahi dalam sesi ini adalah konsep keadilan dalam pendidikan. Setiap individu memiliki homogenitas dan keunikannya masing-masing, sehingga diperlukan perlakuan yang berbeda secara proporsional agar setiap anak mendapatkan keadilan yang sama.
"Tidak semua murid harus belajar dengan cara yang sama untuk memperoleh kesempatan belajar yang setara," tegas narasumber dalam sesinya, yang disambut antusias oleh seluruh dewan guru SMAN 2 Playen.
Melalui kegiatan IHT ini, SMAN 2 Playen berharap para guru dapat mengaplikasikan manajemen kesepakatan kelas yang efektif, menciptakan ruang belajar yang inklusif, serta terus bertransformasi menjadi pendidik yang adaptif terhadap kemajuan zaman.