Caring Culture, Sharing Future: SMAN 2 Playen Ajak Siswa Peduli Desa dan Masa Depan
Playen – SMAN 2 Playen menggelar kegiatan Stadium General Kokurikuler pada Rabu, 21 Januari 2026 di Aula SMAN 2 Playen. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.30 WIB ini mengusung tema “Caring Culture, Sharing Future: Aksi Peduli dan Berbagi Berbasis Kearifan Lokal”. Seluruh siswa kelas X mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Kepala SMAN 2 Playen, Muh Taufiq Salyono, S.Pd., M.Pd., Si., dalam sambutannya menekankan bahwa proses belajar harus diawali dengan kemampuan mendengarkan, disertai sikap istiqomah dan ikhlas agar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat secara maksimal.
Kegiatan stadium general ini menghadirkan Dr. Catarina Wahyu Diah Purbaningrum, S.E., M.Pd. sebagai pemateri. Dalam paparannya, beliau membahas tentang identifikasi potensi dan permasalahan masyarakat pedesaan serta pengembangan solusi yang berkelanjutan. Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai basis pembangunan nasional karena sekitar 70 persen wilayah Indonesia merupakan kawasan pedesaan, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya minat generasi muda terhadap profesi petani, keterbatasan diferensiasi produk pertanian, serta lemahnya kemampuan pemasaran hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan yang berbasis potensi lokal dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Pemateri juga mencontohkan kondisi wilayah pegunungan yang sangat bergantung pada air hujan. Pada musim kemarau, sektor pertanian kerap mengalami kendala. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penanaman cabai jawa yang tidak membutuhkan banyak air. Selain itu, pentingnya memahami karakteristik masyarakat serta menghidupkan kembali semangat gotong royong, khususnya di wilayah perkotaan yang mulai memudar, turut menjadi perhatian.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Salah satu siswa, Naura dari kelas XG, mengajukan pertanyaan mengenai rendahnya rasa sosial di perkotaan dibandingkan pedesaan. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa perbedaan tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan tingkat kesibukan masyarakat menjadi faktor yang paling berpengaruh.
Sebagai penutup, siswa diminta mengidentifikasi permasalahan yang ada di desa masing-masing sebagai bentuk refleksi dan penerapan materi. Kegiatan Stadium General Kokurikuler ini kemudian ditutup dengan doa bersama pada pukul 15.30 WIB. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMAN 2 Playen memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi, mampu mengenali potensi lingkungan sekitar, serta terdorong untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.




