“SAK WONG SAK WIT” #2
Program “Sak Wong Sak Wit” diselenggarakan dalam rangka memperingati hari sejuta pohon. Program ini merupakan salah satu kegiatan peduli lingkungan yang dilaksanakan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian alam dan penghijauan lingkungan. Program ini memiliki makna “satu orang satu pohon”, yang bertujuan menanamkan kesadaran kepada seluruh warga sekolah akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga keseimbangan alam melalui penanaman dan perawatan tanaman.
Sebagai bentuk nyata pelaksanaan program tersebut, sekolah melaksanakan kegiatan penanaman tanaman di Lahan Ketahanan Pangan Padukuhan Padangan, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk pada hari Minggu tanggal 25 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru, OSIS SMA Negeri 2 Playen, dan warga sekitar dengan penuh antusias dan semangat gotong royong. Penanaman dilakukan di area yang telah disiapkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar di masa mendatang.
Tanaman yang ditanam adalah bibit kelapa yang berasal dari hasil kontribusi setiap kelas sebanyak dua bibit per kelas. Pengumpulan bibit dimulai tanggal 19 – 22 Januari 2026 di greenhoouse. Keterlibatan seluruh kelas dalam penyediaan bibit menunjukkan adanya kerja sama dan rasa tanggung jawab bersama dalam mendukung program sekolah berbasis lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya penghijauan, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Pusat Pembibitan “Native Spesies Karst Gunungkidul” untuk meminta bibit tanaman yang akan ditanam di Padukuhan Padangan, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk.
Tanaman kelapa dipilih karena memiliki banyak manfaat bagi kehidupan dan lingkungan. Pohon kelapa dikenal sebagai tanaman yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan serta memiliki usia yang panjang. Selain menghasilkan oksigen dan membantu menjaga kualitas udara, akar pohon kelapa juga dapat membantu menjaga struktur tanah agar tidak mudah mengalami erosi. Pohon kelapa juga memiliki nilai ekonomi karena buah, daun, batang, hingga sabutnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kegiatan penanaman ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa. Siswa dapat memahami secara langsung proses penanaman pohon, cara merawat tanaman, serta manfaat tumbuhan bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Dengan terjun langsung ke lapangan, siswa diharapkan memiliki pengalaman nyata dalam menjaga lingkungan dan memahami pentingnya pelestarian sumber daya alam.
Selain memberikan manfaat ekologis, program “Sak Wong Sak Wit” juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan nyaman. Penanaman pohon secara berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak pemanasan global, meningkatkan cadangan air tanah, serta menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi sekolah dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup.
Melalui program ini, sekolah berharap dapat membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran untuk menjaga alam. Kebiasaan baik yang ditanamkan melalui kegiatan penghijauan diharapkan dapat terus diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.






