SMA Negeri 2 Playen Gelar Uji Publik Kurikulum 2026/2027, Perkuat Inovasi Pembelajaran dan Budaya Riset
Playen – SMA Negeri 2 Playen menggelar Uji Publik Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengawas pembina, komite sekolah, orang tua siswa, pelatih, perwakilan siswa, hingga mitra eksternal sebagai bentuk keterbukaan sekolah dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Kegiatan uji publik dilaksanakan untuk memperoleh masukan, saran, dan evaluasi terhadap rancangan kurikulum yang akan diterapkan pada tahun pelajaran mendatang. Melalui forum ini, SMA Negeri 2 Playen berupaya memastikan bahwa kurikulum yang disusun mampu mendukung peningkatan prestasi akademik, penguatan karakter, pengembangan bakat olahraga, serta kesiapan siswa menghadapi dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Dalam pemaparan draft kurikulum, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Betty Sekarasih Hadiyani, M.Pd.Bi, menyampaikan refleksi pelaksanaan kurikulum tahun sebelumnya. Sekolah menilai bahwa pelibatan berbagai pihak dalam pengembangan kurikulum, kolaborasi guru mata pelajaran, serta pengorganisasian kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler telah berjalan dengan baik. Namun demikian, sekolah juga mengidentifikasi beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti pengelolaan kegiatan kokurikuler, Kelas Khusus Olahraga (KKO), peminatan akademik, serta penguatan atmosfer sukses masuk perguruan tinggi negeri.
Kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 tetap mengacu pada visi sekolah, yaitu “Terwujudnya Generasi yang Berakhlak Mulia, Sehat, Berprestasi, Berbudaya, Berwawasan Lingkungan, Berlandaskan Iman dan Taqwa.” Pengorganisasian pembelajaran mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler berbasis proyek kolaboratif dan riset, ekstrakurikuler, serta penguatan budaya sekolah melalui program Jumat Sinergi, Senyum Sapa Salam, dan Respati Palguna. Selain itu, proses pembelajaran akan terus dikembangkan dengan pendekatan Deep Learning yang menekankan pembelajaran bermakna dan mendalam.
Salah satu fokus utama dalam kurikulum baru adalah pengelolaan Kelas Khusus Olahraga (KKO) melalui sistem pull in–pull out, yang memungkinkan siswa tetap mengikuti pembelajaran reguler sekaligus menjalani program latihan olahraga secara terstruktur. Sekolah juga menyiapkan berbagai bentuk penyesuaian akademik, termasuk pemanfaatan Learning Management System (LMS), fleksibilitas waktu belajar, dan layanan pendampingan bagi siswa berprestasi di bidang olahraga.
Forum uji publik juga menghasilkan berbagai masukan konstruktif. Perwakilan BRIN mendorong SMA Negeri 2 Playen untuk mengembangkan budaya riset dan menjadi sekolah berbasis penelitian. Dukungan berupa pendampingan, narasumber, hingga akses laboratorium siap dijalin guna mendukung pengembangan potensi siswa di bidang riset dan inovasi. Selain itu, peserta forum juga memberikan masukan terkait penguatan komunikasi antara sekolah dan orang tua, peningkatan layanan bagi siswa berprestasi, serta pengembangan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Pengawas Pembina dari Dinas Dikpora DIY, Comed Sudarsono, M.Pd., mengapresiasi proses penyusunan kurikulum yang melibatkan banyak pihak. Ia menekankan pentingnya peningkatan capaian masuk perguruan tinggi negeri, penguatan kompetensi akademik, optimalisasi prestasi olahraga, serta tindak lanjut kerja sama dengan BRIN sebagai bagian dari inovasi pendidikan di SMA Negeri 2 Playen.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan peserta forum dan doa bersama sebagai simbol komitmen seluruh pihak dalam mendukung implementasi Kurikulum SMA Negeri 2 Playen Tahun Pelajaran 2026/2027. Hasil uji publik ini selanjutnya akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen kurikulum sebelum diajukan untuk pengesahan.



