SMAN 2 Playen Masuk 100 Wirausaha Belia Terbaik di DIY Tahun 2026

SMAN 2 Playen Masuk 100 Wirausaha Belia Terbaik di DIY Tahun 2026

28 October 2026 Administrator 07:33 WIB

YOGYAKARTA –Dalam ajang Apresiasi Wirausaha Belia Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026, SMAN 2 Playen berhasil masuk dalam 100 peserta terbaik yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penetapan tersebut merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Kegiatan seleksi dan apresiasi ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan, kreativitas, serta kemandirian generasi muda, khususnya peserta didik di jenjang pendidikan menengah.

Seleksi Apresiasi Wirausaha Belia Tahun 2026 dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Gedung Pertunjukan Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Para peserta mengikuti proses seleksi secara langsung oleh tim dari Dikpora DIY melalui beberapa kategori penilaian.

Terdapat tiga kategori dalam ajang apresiasi ini. Pertama, Wirausaha Belia, yaitu kategori bagi peserta yang telah memiliki dan menjalankan usaha berdasarkan proposal kegiatan yang diajukan. Kedua, Fiksi (Penulisan Karya Ilmiah), yaitu kategori yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan gagasan, rencana, atau desain usaha yang akan dikembangkan. Ketiga, Momenku Siap Berkemas, yaitu kategori bagi peserta yang telah memiliki usaha dan menjalankannya sekurang-kurangnya selama dua tahun.

Melalui proses seleksi tersebut, para peserta tidak hanya dinilai berdasarkan gagasan yang dimiliki, tetapi juga berdasarkan kesiapan, kreativitas, perencanaan, serta keberlanjutan usaha yang dikembangkan.

SMAN 2 Playen turut berpartisipasi dalam ajang Wirausaha Belia tersebut melalui produk unggulan MONGKI (Mochi Singkong Krispi) yang dikembangkan oleh Febyana Nur Utami dan Yasfhien Chumaera. Produk ini merupakan inovasi olahan pangan berbahan dasar singkong yang dikreasikan menjadi camilan mochi dengan sentuhan tekstur krispi. Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi salah satu nilai kreativitas yang ditampilkan dalam produk tersebut.

Yasfhien Chumaera (kiri) dan Febyana Nur Utami (kanan)

Keberhasilan MONGKI menembus 100 peserta terbaik merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa SMAN 2 Playen memiliki potensi untuk mengembangkan ide kreatif menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal sebagai peluang usaha.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani berinovasi, mengembangkan potensi diri, serta membangun jiwa wirausaha sejak dini. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kreativitas, kemandirian, dan keterampilan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Terus berkarya, berinovasi, dan tumbuhkan semangat kewirausahaan untuk masa depan yang lebih mandiri dan kreatif!